- Admin Setda
- Read Time: 1 min

Purwodadi— Menjelang Hari Raya Idulfitri, dinamika sosial dan ekonomi masyarakat biasanya meningkat, mulai dari arus mudik, aktivitas perdagangan, hingga kebutuhan layanan publik. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah memperkuat koordinasi lintas sektor agar berbagai kebutuhan masyarakat dapat diantisipasi secara lebih terencana.
Pemerintah Kabupaten Grobogan menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Grobogan, Kamis (5/3/2026). Rapat ini membahas kesiapan menghadapi Idulfitri 1447 H dengan melibatkan unsur Forkopimda, perangkat daerah, serta instansi vertikal terkait.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Grobogan H. Sugeng Prasetyo yang mewakili Bupati Setyo Hadi. Dalam sambutan Bupati yang disampaikan Wakil Bupati, disebutkan bahwa Ramadan dan Idulfitri bukan hanya momentum keagamaan, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang luas bagi masyarakat.
“Bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga momentum sosial dan ekonomi yang memiliki dampak luas bagi kehidupan masyarakat,” demikian sambutan Bupati yang disampaikan Wakil Bupati.

Menurutnya, meningkatnya mobilitas masyarakat, aktivitas perdagangan, serta kebutuhan pelayanan publik menjelang Idulfitri memerlukan kesiapan bersama. Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar seluruh rangkaian kegiatan selama Ramadan hingga Idulfitri dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Dalam arahannya, Bupati juga menekankan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama, antara lain penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat, kelancaran arus mudik dan arus balik, stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok, kesiapan layanan kesehatan, kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, serta keberlanjutan pelayanan publik selama masa libur.
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Bupati H. Sugeng Prasetyo menekankan pentingnya dukungan layanan kesehatan di titik-titik pelayanan masyarakat. Ia meminta Dinas Kesehatan menyiapkan tenaga kesehatan untuk mendukung keberadaan Masjid Ramah Pemudik yang diinisiasi Kementerian Agama. Lima masjid di Grobogan disiapkan sebagai tempat beristirahat dan beribadah bagi pemudik, sekaligus dilengkapi layanan kesehatan dasar apabila diperlukan.
Dalam rapat tersebut, Polres Grobogan menyampaikan kesiapan pengamanan dengan menyiapkan ratusan personel serta pos pengamanan dan pelayanan di sejumlah titik strategis. Pengamanan juga akan diperkuat melalui Operasi Ketupat Candi 2026. Kepolisian juga mengingatkan adanya fenomena perang sarung dan balap liar yang melibatkan remaja usia sekolah. Karena itu, pengawasan dan pendekatan preventif diharapkan terus diperkuat selama Ramadan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan Anang Armunanto dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur jalan menjelang arus mudik. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan penanganan cepat melalui penambalan lubang pada ruas-ruas jalan strategis guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Selain itu, Sekda juga meminta DPUPR menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait rencana perbaikan jalan yang telah masuk dalam perencanaan pembangunan tahun 2026. Informasi tersebut dinilai penting agar masyarakat mengetahui arah penanganan infrastruktur yang akan dilakukan secara bertahap.
Saat memandu penarikan kesimpulan rapat, Sekda menyampaikan bahwa secara umum kondisi keamanan serta ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Grobogan berada dalam kondisi relatif stabil.
“Dan bahan pokok komoditas alhamdulillah secara keseluruhan kondisinya stabil,” ujarnya.
Meski demikian, ia meminta perangkat daerah terkait tetap melakukan pemantauan, terutama terhadap kemungkinan fluktuasi harga bahan pokok, peredaran makanan kedaluwarsa, daging gelonggongan, maupun potensi peredaran uang palsu di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.

Sekda juga mengingatkan pentingnya koordinasi dengan pihak Pertamina untuk memantau ketersediaan bahan bakar minyak dan gas. Di sisi lain, kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi perlu ditingkatkan mengingat prakiraan curah hujan yang masih cukup tinggi. BPBD bersama dinas terkait diminta memantau debit sungai, kondisi tanggul, serta potensi banjir dan longsor di sejumlah wilayah rawan.
Selain itu, Sekda meminta para camat mengkomunikasikan kepada kepala desa dan lurah di wilayah yang dilalui jalur kereta api agar memastikan penjagaan perlintasan sebidang maupun tidak sebidang yang selama ini dijaga secara swadaya dapat dilakukan selama 24 jam, terutama pada periode arus mudik dan arus balik.
Terkait kegiatan masyarakat pada malam takbiran, Sekda menyarankan agar takbir keliling lebih dipusatkan di masjid atau tempat ibadah. Apabila tetap dilaksanakan secara keliling, kegiatan tersebut diharapkan dilakukan dengan izin serta pengawasan guna menjaga ketertiban dan keamanan.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Grobogan berupaya menyatukan langkah berbagai instansi agar kesiapan menghadapi Idulfitri dapat berjalan lebih terencana. Sinergi antar lembaga diharapkan dapat menjaga stabilitas kebutuhan pokok, mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, serta memastikan layanan publik tetap berjalan selama periode libur Lebaran. (jsa)





