| Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat | Sun |
|---|---|---|---|---|---|---|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
| |
|
7
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
13
|
|
14
|
15
|
16
|
17
|
18
|
19
|
20
|
|
21
|
22
|
23
|
24
|
25
|
26
|
27
|
|
28
| ||||||

Semarang—Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, S.Sos., M.Si., membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah, Rabu (21/8/2024). Dalam sambutan yang disampaikan mewakili Bupati Grobogan, Sekda Anang menegaskan pentingnya profesionalisme, integritas, dan pelayanan publik sebagai fondasi utama bagi para pejabat administrator dalam menghadapi tantangan yang semakin berat di tahun ini.
Pesan utama yang disampaikan dalam pelatihan ini adalah pentingnya Pejabat Administrator (Eselon III) untuk memiliki kompetensi kepemimpinan yang kuat serta kemampuan manajemen kinerja yang mumpuni. Kedua hal ini dipandang sebagai elemen krusial dalam memastikan keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas pelayanan publik dan administrasi pemerintahan.

Sebagai Pejabat Administrator, tuntutan untuk bekerja dengan penuh integritas dan profesionalisme menjadi sangat mendesak. Tidak hanya sekadar menjalankan tugas, tetapi juga diharapkan untuk menjauhkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan wewenang. Profesionalisme yang mencakup pemahaman mendalam terhadap tugas pokok dan fungsi, bekerja dengan efisien dan kreatif, serta memiliki etos kerja yang tinggi, menjadi tolok ukur utama keberhasilan dalam menjalankan tugas.
Dalam konteks pelatihan ini, Sekda Anang menyoroti bahwa pelatihan kepemimpinan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kompetensi operasional peserta. Lebih dari itu, peserta diharapkan mampu menunjukkan hasil yang nyata dalam memimpin perubahan di unit kerja masing-masing. Pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya kompeten dalam bidangnya, tetapi juga mampu membawa perubahan signifikan di lingkungan kerjanya.
Inovasi dan keterampilan yang terus berkembang juga menjadi bagian penting dari misi besar Kabupaten Grobogan. Dengan semangat dedikasi dan integritas, diharapkan para peserta pelatihan mampu menjawab berbagai tantangan yang ada dan menjadi penggerak utama dalam memperbaiki pelayanan publik.
Pelatihan Kepemimpinan Administrator ini menekankan pentingnya peran para pejabat dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan kompetensi yang tepat dan kepemimpinan yang solid, para peserta diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan mendorong kemajuan di Kabupaten Grobogan.
(Protkompim—JSA)
Purwodadi - Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Grobogan (Asisten I Sekda), Drs. Kurnia Saniadi, M.Si., mewakili Bupati Grobogan, menyerahkan bantuan modal usaha kepada 90 mustahik produktif binaan BAZNAS Provinsi Jawa Tengah. Bantuan sebesar Rp3.000.000,00 diberikan secara simbolis dalam sebuah acara yang berlangsung di salah satu hotel di Purwodadi, Rabu (21/8/2024). Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mengentaskan kemiskinan di wilayah Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Blora.
Dalam sambutannya, Kurnia Saniadi mengungkapkan apresiasi Bupati Grobogan atas inisiatif BAZNAS Provinsi Jawa Tengah. Beliau menekankan pentingnya pemerataan program bantuan modal usaha ini, agar lebih banyak masyarakat di Grobogan dan Blora yang dapat merasakan manfaatnya. "Inilah salah satu manfaat strategis dari pengelolaan zakat yang profesional, akuntabel, dan transparan," ungkapnya, menyampaikan pesan Bupati.
Program bantuan modal usaha ini bukan hanya sekadar bantuan finansial. Dengan pengelolaan yang baik oleh BAZNAS, zakat menjadi alat strategis untuk membantu pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan. Kurnia Saniadi menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara BAZNAS dengan pemerintah daerah, yang juga memiliki program serupa melalui Dinas Koperasi Kabupaten Grobogan.
“Pemerintah Kabupaten Grobogan juga telah memprogramkan kegiatan modal usaha seperti ini melalui Dinas Koperasi Kabupaten Grobogan. Sehingga, saya berharap program modal usaha yang dilaksanakan oleh BAZNAS Provinsi ini dapat melengkapi program yang telah dilakukan Pemerintah Daerah, agar lebih banyak masyarakat yang menjadi sasaran program modal usaha kecil dan menengah ini”, ujar Kurnia. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan lebih banyak masyarakat yang mampu bangkit dari kondisi ekonomi yang sulit, terutama di tengah tantangan pasca-pandemi.
Ketua BAZNAS Jawa Tengah, Ahmad Darodji, menjelaskan bahwa hingga tahun 2024, sekitar 14.500 mustahik telah menerima bantuan modal usaha. Bantuan ini mencakup berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, toko kelontong, hingga jasa pertanian dan perikanan. Program ini dirancang agar mustahik dapat memanfaatkan bantuan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Dengan terus mendorong optimalisasi zakat di Kabupaten Grobogan, terutama melalui partisipasi PNS dan instansi vertikal, pemerintah berharap kesadaran akan kewajiban zakat semakin meningkat. Kurnia Saniadi menutup sambutannya dengan harapan bahwa program-program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat ini akan terus berlanjut dan berkembang, membawa manfaat nyata bagi masyarakat dalam mengentaskan kemiskinan.
(Protkompim—JSA)
Page 110 of 341
Hari Ini 5921
Kemarin 7959
Minggu Ini 13880
Bulan Ini 220849
Seluruh 5766145
Currently are 774 guests and no members online