- Admin Setda
- Read Time: 1 min

Purwodadi— Kabupaten Grobogan mencatatkan prestasi penting dengan masuk enam besar nominasi dalam ajang Inspiring Economics Efforts Awards (IEFA) 2024. Pengumuman ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Anang Armunanto pada Kamis, 5 September 2024, di Ruang Rapat Sekda. Grobogan kini bersiap untuk menghadapi tahap seleksi wawancara yang akan menentukan kelayakannya dalam meraih penghargaan ini. Keberhasilan ini berkat upaya efektif dalam pengendalian inflasi, khususnya terkait Indeks Perkembangan Harga (IPH).
Keberhasilan Grobogan dalam tahap seleksi administrasi oleh Tim Penilai Apresiasi Kinerja Kabupaten/Kota Pengendalian Inflasi Terbaik Provinsi Jawa Tengah, yang terdiri dari akademisi dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, mengantarkan kabupaten Grobogan ke tahap berikutnya. Pada 10 dan 11 September 2024, Grobogan akan menghadapi seleksi wawancara secara offline di Solo, Jawa Tengah. Tim Seleksi yang terlibat mencakup unsur akademisi, Kementerian Dalam Negeri RI (Ditjen Bina Pembangunan Daerah), dan Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah.
Rapat koordinasi yang berlangsung dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda, serta kepala badan/dinas dari Bappeda, BPPKAD, Disperindag, Dinas Pertanian, DKPD, Disnakkan, Dishub, DPUPR, DinkopUKM, dan Bulog. Rapat ini fokus pada strategi final persiapan wawancara, dengan diskusi mendalam untuk memastikan Grobogan siap menghadapi juri IEFA. Diskusi tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat strategi pengendalian inflasi yang telah terbukti memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Sekda Anang Armunanto menekankan bahwa pengendalian inflasi adalah prioritas utama pemerintah daerah. Ia menjelaskan bahwa pemerintah Grobogan secara aktif mengikuti rapat koordinasi nasional setiap minggu untuk membahas perkembangan harga dan langkah-langkah pengendalian inflasi. Keberhasilan Grobogan dalam menjaga stabilitas harga menjadi salah satu faktor kunci yang mengantarkannya ke tahap seleksi wawancara IEFA 2024.
Selain itu, Sekda menyoroti bahwa pengendalian inflasi tidak hanya berpengaruh pada stabilitas harga di pasar, tetapi juga berpotensi mempengaruhi kesempatan Grobogan untuk mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat. Grobogan menunjukkan kemampuannya bersaing dengan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah, termasuk Kendal, Magelang, Kebumen, Temanggung, dan Karanganyar.
Rapat berlangsung secara interaktif, dengan setiap perwakilan dinas memaparkan langkah-langkah konkret yang telah diambil di sektor masing-masing. Diskusi yang produktif ini diharapkan menghasilkan rekomendasi untuk memperkuat strategi pengendalian inflasi dan mempersiapkan jawaban yang komprehensif atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan diajukan para juri IEFA.
Dengan persiapan matang dan dukungan dari berbagai instansi terkait, Kabupaten Grobogan optimistis dapat mempertahankan pencapaian ini dan meraih penghargaan sebagai daerah dengan upaya ekonomi inspiratif di IEFA 2024. Pemerintah Kabupaten Grobogan berharap pencapaian ini akan menjadi bukti keberhasilan dalam menjaga ekonomi lokal yang stabil dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
(Protkompim—JSA)
Purwodadi - Kabupaten Grobogan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi pelayanan publik. Selasa, 3 September 2024, Wakil Bupati Grobogan, dr. H. Bambang Pujiyanto, M.Kes, hadir di hadapan para pejabat dan perwakilan daerah lain, membacakan sambutan Bupati Grobogan dalam acara Penandatanganan Komitmen Replikasi Inovasi Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan yang digelar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) menegaskan kesiapan Grobogan untuk berbagi dan mendampingi daerah lain yang ingin mereplikasi inovasi-inovasi unggulan yang ada di Kabupaten Grobogan.
Wakil Bupati juga menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Grobogan siap berbagi pengalaman dan mendukung daerah lain yang ingin mereplikasi inovasi-inovasi tersebut. “Pemerintah Kabupaten Grobogan, dengan senang hati dan kedua tangan terbuka, jika Bapak/Ibu dari Kab/Kota ada yang bermaksud mereplikasi inovasi kami. Kami akan mendampingi dan support segala inofrmasi yang diperlukan”, ujarnya.
Proses replikasi ini menjadi penting karena memungkinkan penyebaran manfaat inovasi ke unit atau instansi lainnya. Replikasi inovasi, sebagaimana dijelaskan oleh Prof. Hardi, dapat dilakukan melalui tiga pendekatan: adopsi, adaptasi, dan modifikasi.
