- Admin Setda
- Read Time: 1 min

Geyer— Di sebuah ruang belajar sederhana di Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer, puluhan pelajar SMA, SMK, MA, dan sederajat berkumpul dengan satu tujuan: mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Bukan hanya untuk menghadapi ujian masuk perguruan tinggi seperti SNBT, SPAN-PTKIN, atau ujian mandiri, tetapi juga untuk belajar menjadi pribadi yang kuat, tangguh, dan siap mengambil peran sebagai pemimpin di masa depan.
Wakil Bupati Grobogan, H. Sugeng Prasetyo, hadir langsung dalam kegiatan Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) yang diselenggarakan oleh Yayasan Al-Yahya pada Kamis (15/5/2025). Di hadapan para siswa mustahik yang sebagian besar berasal dari keluarga prasejahtera, beliau menyampaikan materi tentang pentingnya membentuk karakter kepemimpinan sebagai bekal memasuki era yang penuh tantangan.
“Anak-anakku semua, dalam menghadapi SNBT, SPAN-PTKIN, dan ujian mandiri UMPTN/S, diperlukan persiapan yang sungguh-sungguh dengan cara menjaga fisik dan mental. Cukup tidur, makan bergizi, dan beribadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Disiplin, buat jadwal belajar dan fokus. Bersinergi dengan teman, bentuk kelompok belajar,” ujarnya.
Tidak hanya mengajak untuk tekun belajar, Wakil Bupati juga menggarisbawahi nilai-nilai utama yang perlu ditanamkan sejak dini. Ia mengajak para siswa untuk menegakkan integritas dengan jujur dalam belajar dan ujian, membangun tanggung jawab melalui kedisiplinan, serta menjadi pribadi tangguh yang tidak mudah menyerah saat menemui kegagalan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi, bukan sekadar kompetisi, dalam proses belajar.
Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa kepemimpinan yang efektif tidak hanya bergantung pada kecerdasan, tetapi juga pada konsistensi dalam tindakan dan keteladanan. Seorang pemimpin harus memiliki visi yang jelas, mampu menginspirasi, menjadi contoh yang baik, berkomunikasi dengan efektif, serta membangun hubungan yang kuat dengan tim.
Kepemimpinan yang baik, menurutnya, juga ditandai dengan keberanian mengambil keputusan secara bijak, memberikan kepercayaan dan apresiasi, serta kesediaan untuk terus belajar dan terbuka terhadap masukan. Semua ini penting agar seorang pemimpin tidak hanya dihormati, tetapi juga mampu mendorong kemajuan bersama.
“Pemimpin yang baik bukan soal kekuasaan, tapi soal pengaruh, inspirasi, dan membawa tim menuju sukses bersama,” tegasnya.
Di tengah perubahan global yang cepat akibat revolusi industri 4.0, kemajuan kecerdasan buatan, dan tuntutan ekonomi hijau, generasi muda harus mampu beradaptasi, berinovasi, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Wakil Bupati menegaskan bahwa karakter kuat dan kepemimpinan yang matang adalah fondasi utama dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan.
“Asah terus kemampuan dan kembangkan diri agar anak-anak Grobogan menjadi generasi unggul yang berkontribusi untuk Indonesia Emas,” pesannya menutup sesi motivasi.
Dari ruang belajar di Asemrudung, semangat untuk tumbuh dan berdaya terus bertunas. Bimbingan yang diberikan hari itu bukan hanya tentang lulus ujian, tetapi juga tentang menyiapkan generasi yang percaya diri melangkah, menjunjung nilai, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan kepala tegak. (jsa)





