| Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat | Sun |
|---|---|---|---|---|---|---|
|
1
|
2
|
3
| ||||
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
|
11
|
12
|
13
|
14
|
15
|
16
|
17
|
|
18
|
19
|
20
|
21
|
22
|
23
|
24
|
|
25
|
26
|
27
|
28
|
29
|
30
|
31
|

Jakarta— Perubahan sering bermula dari keberanian melihat pelayanan publik dengan cara yang lebih jernih: mana yang bisa diperbaiki, apa yang perlu disederhanakan, dan bagaimana masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara nyata. Dari rangkaian upaya seperti itulah inovasi di Grobogan tumbuh, bergerak pelan namun pasti, hingga akhirnya berbuah pengakuan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan resmi meraih penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2025 kategori Kabupaten Sangat Inovatif yang diberikan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Piagam dan trofi diserahkan di Jakarta, Rabu (10/12/2025), menjadi penanda penting dalam perjalanan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan daerah.
Penghargaan ini bukan hasil yang datang begitu saja. Dalam IGA, penilaian dilakukan melalui empat tahapan: penjaringan, pengukuran, presentasi kepala daerah, dan peninjauan lapangan. Kompleksitas proses inilah, termasuk pengukuran data inovasi yang dikerjakan independen oleh Universitas Indonesia dan Universitas Hasanuddin, yang membuat capaian Grobogan terasa semakin bermakna. Proses pemeringkatan pun turut melibatkan unsur kementerian, lembaga, akademisi, media, dan mitra pembangunan, mulai dari Kemenko Polhukam, Bappenas, BRIN, LAN, Ombudsman RI, dan pemangku kepentingan lainnya.
Bupati Grobogan Setyo Hadi menyampaikan rasa syukur atas apresiasi tersebut. Ia memaknai penghargaan ini sebagai pengingat bahwa pelayanan publik harus terus meningkat.
“Prestasi prestisius ini diberikan berkat komitmen dan dedikasi Kabupaten Grobogan dalam mengembangkan beragam inovasi dan ide-ide baru yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berterima kasih kepada seluruh perangkat daerah yang telah bekerja keras menghadirkan terobosan di berbagai bidang.
“Mari kita jaga dan tingkatkan. Ke depan, target kita harus menjadi yang paling inovatif. Maturnuwun,” imbuhnya.

Di balik predikat Sangat Inovatif, terdapat kerja panjang yang melibatkan regulasi, SDM, anggaran, jejaring, kemudahan layanan, hingga mutu inovasi yang ditawarkan. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Agus Darmanto, menjelaskan bahwa ratusan inovasi tercatat berkontribusi dalam penilaian IGA tahun ini. Beberapa di antaranya menunjukkan dampak langsung kepada masyarakat.
Dua contoh inovasi tersebut adalah Profesor Tani dari Dinas Pertanian, akronim dari Precision Farming for Energy, Soil and Water to Increase the Production Efficiency and Farmer Income, yang mendorong efisiensi produksi dan meningkatkan pendapatan petani melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern yang tepat guna. Inovasi lain adalah Si Dilan Purna Tugas, platform digital BKPPD yang membantu ASN memasuki masa purna tugas melalui layanan lebih sederhana dan terstandardisasi.
Deretan inovasi itu memperlihatkan bahwa perubahan tidak selalu hadir dalam bentuk besar, tetapi dari langkah-langkah yang dijalankan dengan konsisten dan keberanian mencoba cara baru. Bagi Pemkab Grobogan, penghargaan IGA 2025 bukan hanya pengakuan, melainkan pengingat bahwa budaya inovasi harus terus dirawat dan diarahkan untuk memperkuat kualitas layanan kepada masyarakat. (jsa)

Purwodadi— Peringatan HUT ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Grobogan berlangsung hangat di Pendapa Kabupaten, Kamis (11/12/2025). Dalam suasana yang akrab dan penuh kebersamaan, Sekda Grobogan Anang Armunanto mengingatkan bahwa perayaan ini bukan semata rangkaian tahunan, melainkan kesempatan untuk kembali menata arah dan memperkuat kontribusi perempuan dalam pembangunan daerah.
“Peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen organisasi dalam memberdayakan perempuan, meningkatkan kualitas keluarga, serta mendukung tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan,” ujar Sekda.
Tema tahun ini, “Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045,” mengandung pesan mendalam tentang pentingnya pendidikan sebagai fondasi masa depan bangsa. Sekda menekankan bahwa pendidikan tidak hanya menyangkut aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai moral. Dalam konteks ini, keluarga menjadi ruang pertama tempat nilai-nilai itu tumbuh. Melalui DWP, para ibu—khususnya istri ASN—memegang peran strategis sebagai pendidik awal dan penjaga kualitas tumbuh kembang anak.
Dalam sambutannya, Sekda juga menyoroti dinamika pembangunan daerah yang menuntut partisipasi aktif perempuan. Ia menegaskan bahwa DWP dapat mengambil peran penting dalam mendukung sejumlah agenda prioritas Pemkab Grobogan, mulai dari pembiasaan pengelolaan sampah rumah tangga untuk mencegah banjir, kepedulian sosial bagi anak kurang mampu, dorongan terhadap UMKM, hingga membantu mengidentifikasi kemiskinan ekstrem sebelum persoalan tersebut mencuat di ruang publik.
Pada isu stunting, Sekda mengajak DWP memperkuat kolaborasi lintas sektor, dimulai sejak fase remaja. Sementara terkait Anak Tidak Sekolah (ATS), ia mendorong DWP menemukan bentuk kontribusi yang paling relevan untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut. Komitmen ini diwujudkan langsung dalam acara, di mana DWP memberikan bantuan pendidikan untuk anak sekolah SD.
Nuansa reflektif terasa semakin kuat ketika Ketua DWP Grobogan, Nina Anang Armunanto, menyampaikan pesan kepada anggota. “Apa yang kita tanam di keluarga dan organisasi adalah yang akan kita tuai di masa depan. Fondasi Indonesia masa depan adalah keluarga yang anggota DWP bina,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa peran sebagai istri, ibu, dan anggota organisasi bukanlah peran kecil. “Melalui perempuan karakter bangsa ditempa. Rumah harmoni akan mencetak anak yang berintegritas, dan ibu yang cerdas merupakan dasar menyiapkan generasi Indonesia yang mengglobal.”
Nina menutup dengan ajakan penuh makna: anggota DWP tidak hanya belajar mendampingi, tetapi memberi arti; tidak hanya hadir, tetapi mengambil peran.
Peringatan HUT kali ini juga menghadirkan aksi solidaritas. Total Rp5.500.000 berhasil dihimpun dan akan disalurkan untuk warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, bantuan pendidikan untuk anak SD dari keluarga PNS golongan I dan THL turut diserahkan, serta digelar bazar UMKM yang menampilkan ragam produk lokal.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, DWP Grobogan menunjukkan bahwa kekuatan perempuan tak hanya hadir dari perannya di ruang keluarga, tetapi juga dari kontribusinya di ruang sosial dan pelayanan publik. Dari lingkup domestik hingga ruang bersama, peran perempuan merupakan kunci kesinambungan yang menjaga ketahanan keluarga dan mendukung pembangunan berkelanjutan. (jsa)
Page 15 of 340
Hari Ini 3685
Kemarin 11907
Minggu Ini 15594
Bulan Ini 462259
Seluruh 2686407
Currently are 509 guests and no members online