- Admin Setda
- Read Time: 1 min

Semarang—Keberhasilan dalam birokrasi tidak hanya ditentukan oleh kecakapan teknis, tetapi juga oleh sikap, semangat, dan cara pandang setiap individu dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Hal ini menjadi penekanan Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto, saat memberikan pengarahan dalam kegiatan capacity building bagi jajaran pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Grobogan, Jumat (11/7/2025), di Semarang.
Yang istimewa, pengarahan ini disampaikan dalam suasana yang tidak biasa. Para peserta berdiri melingkar di sekitar api unggun yang menyala hangat, menghadirkan nuansa kebersamaan dan refleksi yang kuat.
Di bawah langit malam, Sekda menyampaikan pesan-pesan tentang nilai integritas, dedikasi, dan semangat melayani, bukan hanya sebagai rutinitas birokrasi, tetapi sebagai laku hidup yang bermakna.
Dalam pemaparannya, Sekda Anang Armunanto menggambarkan lima langkah menuju keberhasilan yang ia hubungkan dengan nilai-nilai spiritual agar lebih membumi dan mudah diresapi.
Kelima langkah itu mencakup komitmen dan kejujuran, kemampuan membangun komunikasi, kepedulian terhadap sesama, pengendalian diri, serta kerja nyata dan totalitas. Lima nilai tersebut, menurutnya, bila dijalani dengan sungguh-sungguh, tidak hanya membawa keberhasilan pribadi, tetapi juga berdampak positif bagi kemajuan unit kerja dan organisasi.

Sekda juga mengajak ASN untuk mengubah cara pandang terhadap beban kerja. Menurutnya, semakin banyak tugas yang dipercayakan, justru menjadi tanda bahwa pegawai tersebut dianggap mampu dan layak dipercaya. Maka, menghadapi banyak pekerjaan bukanlah alasan untuk mengeluh, tetapi panggilan untuk menunjukkan kapasitas diri.
“Kalau kita ingin hasil tiga kali lipat, maka usaha kita juga harus lima kali lipat,” ujar Sekda. “Ketika satu pekerjaan belum selesai lalu diberi tugas baru, itu tandanya kita dipercaya. Kalau bisa menjalankan semua itu dengan baik, di situlah letak keberhasilan kita.”
Pesan tersebut menjadi ajakan untuk membangun budaya kerja yang tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dan bertanggung jawab. Semangat seperti ini sangat dibutuhkan, terlebih dalam mendorong birokrasi yang adaptif dan responsif terhadap tantangan zaman.
Kegiatan capacity building ini sendiri merupakan bagian dari upaya Setda Grobogan dalam meningkatkan kapasitas aparatur, membangun sinergi kerja, serta menanamkan nilai-nilai kepemimpinan dan etos kerja di seluruh lapisan pegawai.
Melalui suasana hangat dan penuh makna yang tercipta malam itu, peserta diajak kembali menyadari bahwa birokrasi yang kuat tidak lahir dari instruksi semata, melainkan dari keteladanan, refleksi, dan komitmen bersama.
Pada akhirnya, keberhasilan suatu organisasi tidak hanya ditentukan oleh strategi dan struktur formal, tetapi juga oleh manusia-manusia yang terlibat di dalamnya. Ketika nilai-nilai positif tumbuh dari dalam dan dijalankan bersama, maka perubahan yang lebih baik akan hadir dengan sendirinya, seiring dengan nyala semangat yang terus dijaga seperti api unggun yang menerangi malam itu. (jsa)



Purwodadi — Tuntutan terhadap tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, efisien, dan berorientasi pada hasil mendorong lahirnya berbagai kebijakan yang adaptif. Salah satunya tercermin dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 Tahun 2025, yang kini menjadi perhatian utama bagi pelaku pengadaan di seluruh daerah, termasuk di Kabupaten Grobogan.