- Admin Setda
- Read Time: 1 min

Purwodadi—Akses yang terhubung bukan hanya soal memperpendek jarak, tetapi juga membuka peluang yang selama ini terhambat oleh keterbatasan infrastruktur. Di wilayah dengan kondisi geografis tertentu, kehadiran jembatan kerap menjadi penentu kelancaran aktivitas warga, dari mobilitas harian hingga akses menuju layanan dasar seperti pendidikan.
Selasa (31/3/2026), Wakil Bupati Grobogan H. Sugeng Prasetyo menghadiri kegiatan groundbreaking pembangunan Jembatan Garuda di Sungai Lusi yang menghubungkan Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi. Jembatan sepanjang 100 meter ini dirancang untuk melayani sekitar 800 kepala keluarga.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Garuda yang digagas pemerintah pusat dan dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah. Dalam keterangannya, Sugeng menyampaikan bahwa Kabupaten Grobogan menjadi salah satu penerima manfaat, dengan alokasi sembilan jembatan, terdiri dari dua jembatan dukungan Aramco dan tujuh jembatan gantung.
“Alhamdulillah hari ini kita Pemda Grobogan ikut bersama-sama dalam groundbreaking pembangunan Jembatan Garuda di Jawa Tengah. Dari program ini, Grobogan mendapatkan sembilan jembatan. Ini bentuk pemerataan infrastruktur yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, satu jembatan sebelumnya telah diresmikan di Kedungjati, sementara pembangunan yang dimulai saat ini di Desa Kedungrejo dan Desa Cingkrong menjadi bagian dari tahap berikutnya. Ke depan, masih terbuka kemungkinan adanya tambahan pembangunan, seiring dengan kebutuhan akses di sejumlah wilayah.
Menurut Sugeng, keberadaan jembatan ini tidak hanya akan memperpendek jalur transportasi, tetapi juga meningkatkan aspek keselamatan, terutama bagi pelajar yang selama ini harus melintasi jalur berisiko, sebagaimana harapan Presiden Prabowo Subianto.
“Harapan Bapak Presiden Prabowo Subianto, seperti yang sering disampaikan, adalah memastikan anak-anak bisa bersekolah dengan aman. Tidak ada lagi yang harus menghadapi risiko saat menyeberang,” tambahnya.

Di lokasi yang sama, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari tahap ketiga dan keempat di wilayah Kodam IV/Diponegoro, yang dilaksanakan secara serentak agar penyelesaiannya dapat berlangsung dalam waktu yang relatif bersamaan.
Menurutnya, program ini menjadi wujud kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses antar desa.
“Ini program pusat yang dikerjakan TNI melalui karya bakti bersama masyarakat. Bukan semata proyek kontraktual, tetapi gotong royong untuk membuka akses yang selama ini terputus,” jelasnya.
Ia juga mendorong masyarakat maupun pemerintah daerah lain yang masih memiliki wilayah dengan keterbatasan akses untuk menyampaikan laporan, agar dapat diinventarisasi dan ditindaklanjuti melalui program serupa.
Pembangunan jembatan ini ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan sejak peletakan batu pertama. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Purwodadi, Kepala Desa Kedungrejo, serta masyarakat setempat.
Dengan pelaksanaan yang melibatkan berbagai pihak dan berbasis kebutuhan riil di lapangan, pembangunan ini diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga memberikan rasa aman dan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (jsa)





