- Read Time: 1 min
Purwodadi – Bupati Grobogan, Sri Sumarni mengajak kepada semua pihak untuk mensukseskan sensus penduduk tahun 2020. Hal tersebut disampaikan Bupati pada saat memberikan sambutan pada kegiatan Rapat Koordinasi Kabupaten Badan Pusat Statistik Grobogan yang diadakan di Hotel 21 Purwodadi, Rabu (12/2).
Sri Sumarni menambahkan pentingnya kesadaran akan tanggungjawab bersama terhadap data hasil SP2020 dari seluruh stakeholder dan masyarakat.
“Rakor kali ini hendaknya kita jadikan momentum untuk memahami lebih jauh tentang pelaksanaan Sensus Penduduk 2020, menyamakan persepsi untuk kemudian bersama-sama memberikan dukungan dalam rangka suksesnya SP2020. Disamping untuk meningkatkan jalinan kerjasama, koordinasi dan komunikasi antara BPS Kabupaten Grobogan dengan seluruh pengguna data,” jelas Bupati.
Selain itu rakor dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan jalinan kerjasama, koordinasi dan komunikasi antara BPS Kabupaten Grobogan dengan seluruh pengguna data.
“Bagi Pemerintah Kabupaten Grobogan, data sensus penduduk akan dijadikan sebagai acuan atau pedoman dalam proses perumusan kebijakan, perencanaan pembangunan dan evaluasinya. Agar program perlindungan sosial tepat sasaran,” imbuh Bupati.
Dalam pelaksanaannya, Sensus Penduduk 2020 ini sedikit berbeda dengan pelaksanaan sensus sebelumnya. Metode yang digunakan adalah perpaduan metode konvensional dan metode berbasis registrasi dengan memanfaatkan data administrasi kependudukan dari Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil-Kementerian Dalam Negeri sebagai data dasar sensus.
Purwodadi – Banyak peran yang dapat diberikan oleh Rumah Sakit Yakkum Purwodadi dalam mendukung Pemkab guna mengentaskan masalah kesehatan di kabupaten Grobogan, khususnya upaya penurunan AKI/AKB. Hal ini disampaikan oleh Bupati Grobogan saat memberikan sambutan pada acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 sekaligus penyerahan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Gedung Rumah Sakit Panti Rahayu (YAKKUM) Purwodadi, Selasa (11/2).
Purwodadi – Pasar rakyat atau lebih dikenal dengan istilah pasar tradisional keberadaannya sedikit mengalami penurunan baik jumlah pengunjung maupun omzet yang diperoleh para pedagang. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Grobogan, Sri Sumarni saat menghadiri Gebyar Pasar Pagi bersama Bank BKK Purwodadi di Pasar Pagi Purwodadi, Selasa (11/2).