- Admin Setda
- Read Time: 1 min

Purwodadi — Pembangunan daerah bukan semata urusan realisasi anggaran dan pelaporan fisik, melainkan tentang bagaimana setiap program mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat. Di tengah dinamika dan tantangan yang terus bergerak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan terus menjaga komitmen agar setiap langkah pembangunan berjalan sesuai arah, seimbang antara capaian teknis dan kemanfaatan sosial.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Kabupaten Grobogan Triwulan II Tahun Anggaran 2025 yang digelar pada Selasa (22/7/2025), di salah satu hotel di Purwodadi. Rapat dibuka langsung oleh Bupati Grobogan, Bapak Setyo Hadi, dan dihadiri pimpinan perangkat daerah dan juga perwakilan legislatif.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Hadi menyampaikan bahwa evaluasi rutin semacam ini merupakan bagian penting dari proses pembangunan. “Rapat Koordinasi Pengendalian Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan yang kita laksanakan ini merupakan salah satu upaya untuk mengevaluasi apa yang sudah dilaksanakan Triwulan II Tahun Anggaran 2025 ini untuk kelancaran dan keberhasilan dalam pelaksanaan program/ kegiatan Pemerintah Kabupaten Grobogan”, ujarnya.
Bupati mengungkapkan bahwa alokasi belanja daerah dalam APBD Kabupaten Grobogan Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp2,94 triliun. Hingga 10 Juli 2025, realisasi keuangan telah mencapai Rp1,27 triliun atau 43,30%, dengan realisasi fisik sebesar 44,65%. Capaian ini menunjukkan progres yang cukup baik, meskipun pada beberapa perangkat daerah masih terdapat ruang optimalisasi agar selaras dengan target yang telah ditetapkan.

“Perangkat daerah yang capaian fisik dan keuangannya masih rendah, kami minta untuk bekerja lebih keras mengejar ketertinggalan. Sementara yang sudah cukup tinggi, kami apresiasi dan harap terus ditingkatkan,” tegasnya.
Beliau juga menegaskan pentingnya pengendalian dan evaluasi sebagai bagian dari pemantauan kebijakan pembangunan secara menyeluruh. Rapat semacam ini bukan hanya ajang menyampaikan angka dan data, tetapi juga menjadi ruang komunikasi untuk mengidentifikasi hambatan dan mencari solusi bersama.
Untuk itu, beberapa langkah percepatan perlu dirumuskan dan dilaksanakan secara konsisten. Mulai dari penyusunan jadwal kerja dan rencana pencairan anggaran yang lebih terukur, percepatan pelaksanaan kegiatan dan pengadaan barang/jasa, hingga evaluasi berkala agar pekerjaan tidak menumpuk di akhir tahun anggaran.
Semangat kolaboratif mewarnai jalannya rapat yang dipandu oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto. Forum berlangsung secara terbuka dan dialogis, dengan masing-masing perangkat daerah menyampaikan masukan serta tantangan yang dihadapi di lapangan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda, Heru Dwi Cahyono, turut menyampaikan evaluasi teknis atas capaian pembangunan. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa realisasi hingga pertengahan tahun masih berada di bawah target triwulan. Namun, hal ini justru menjadi ruang refleksi sekaligus peluang untuk mempercepat pelaksanaan agar tetap berada pada jalur optimal. “Target keuangan Triwulan II sebesar 65,73%, realisasinya 43,30%. Target fisik 68,64%, realisasi 44,65%. Ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk akselerasi kinerja,” jelasnya.

Senada dengan itu, anggota Komisi C DPRD Grobogan, Sriyanto, turut memberikan penguatan terhadap pentingnya koordinasi dan komunikasi antarpihak. “Sering-seringlah berkoordinasi dengan yang kompeten. Harus ada konsep dalam mencari solusi agar persoalan cepat teratasi,” pesannya.
Melalui forum ini, Pemkab Grobogan kembali menunjukkan komitmennya untuk terus bergerak, memperbaiki, dan menyesuaikan strategi pembangunan dengan dinamika yang ada. Evaluasi bukan menjadi beban, tetapi justru ruang untuk menemukan kekuatan dan mempercepat capaian.
Pembangunan daerah tidak sekadar berbicara tentang target dan realisasi, tetapi juga tentang ketekunan, keberpihakan, dan konsistensi. Di balik setiap lembar laporan, tersimpan harapan yang ingin diwujudkan: agar setiap program benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat dan menjadi bagian dari perubahan yang bermakna.
Pemerintah Kabupaten Grobogan terus berkomitmen memperkuat pengendalian pembangunan yang transparan, responsif, dan berkelanjutan. Evaluasi bukan akhir, tetapi pijakan untuk bekerja lebih baik. Karena pembangunan, sejatinya, adalah tentang keberpihakan dan kebermanfaatan. (jsa)




