- Admin Setda
- Read Time: 1 min

Purwodadi--Lebaran menjadi momen yang dinanti perantau untuk kembali ke kampung halaman. Namun, keterbatasan biaya sering kali menjadi kendala


| Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat | Sun |
|---|---|---|---|---|---|---|
|
1
| ||||||
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
|
9
|
10
|
11
|
12
|
13
|
14
|
15
|
|
16
|
17
|
18
|
19
|
20
|
21
|
22
|
|
23
|
24
|
25
|
26
|
27
|
28
|
29
|
|
30
|
31
| |||||

Purwodadi--Lebaran menjadi momen yang dinanti perantau untuk kembali ke kampung halaman. Namun, keterbatasan biaya sering kali menjadi kendala



Purwodadi— Menjelang Idulfitri 1446 H, Pemerintah Kabupaten Grobogan bersama Forkopimda dan jajaran perangkat daerah meninjau harga kebutuhan pokok serta ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG 3 kilogram. Pemantauan pada Selasa (25/3/2025) ini bertujuan memastikan stabilitas harga dan kelancaran distribusi menjelang Lebaran.
Bupati Grobogan Setyo Hadi bersama Wakil Bupati Sugeng Prasetyo memulai tinjauan di Pasar Nglejok, Kota Purwodadi. Jika tahun sebelumnya pengecekan dilakukan di Pasar Induk Purwodadi, kali ini dipusatkan di lokasi berbeda untuk mendapatkan gambaran lebih luas.
Dalam dialog dengan pedagang, harga beras terpantau stabil. "Sedangkan harga beras masih stabil," ujar Bupati Setyo Hadi. Sementara itu, daging, bawang merah, dan cabai merah mengalami kenaikan dalam batas wajar. Minyakita dalam kemasan plastik juga dicek dan ditemukan sesuai takaran, yakni 1 liter.
Dari pasar, rombongan bergerak ke SPBU untuk memastikan ketersediaan BBM dan kelancaran distribusinya. "Stok BBM untuk H-7 hingga H+7 Lebaran aman," ujar Bupati. Pemantauan berlanjut ke SPBE, Terminal Purwodadi, dan Pos Pelayanan Terpadu Simpang Lima guna memastikan kesiapan fasilitas bagi pemudik.
Tinjauan ini melibatkan Sekda Grobogan Anang Armunanto, Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto Wicaksono, Dandim Grobogan Letkol. Kav. Barid Budi Susila, Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani, serta jajaran perangkat daerah terkait.
Dengan memastikan harga terkendali, bahan bakar tersedia, dan sarana transportasi siap, Pemkab Grobogan berupaya menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat dalam menyambut Lebaran. (jsa)

Purwodadi— Senin pagi (24/3/2025), Alun-Alun Purwodadi dipadati warga yang datang untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Gebyar Pasar Murah Kabupaten Grobogan 2025 memasuki hari terakhirnya dan ditutup secara resmi oleh Bupati Grobogan, Bapak Setyo Hadi. Turut hadir dalam acara ini, Wakil Bupati, Bapak H. Sugeng Prasetyo, S.E., M.M., Forkopimda, Sekretaris Daerah (Sekda) Anang Armunanto, serta jajaran pemerintah daerah.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-299 Kabupaten Grobogan, pasar murah ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah dalam meringankan beban masyarakat. Sejak sebelum Ramadan, program ini telah menyambangi 20 desa di 19 kecamatan. Khusus di Kecamatan Purwodadi, pasar murah digelar dua kali, termasuk dalam acara puncak di Alun-Alun Purwodadi.
“Kami gelar pasar murah dengan memberikan subsidi bagi komoditas pangan sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat,” ujar Bupati Setyo Hadi.
Sebanyak 92 stand turut meramaikan gelaran ini. Dua mekanisme diterapkan: subsidi komoditas bagi penerima kupon untuk menebus beras medium, minyak goreng, mie instan, dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga khusus, serta penjualan bebas oleh pelaku usaha yang tergabung dalam asosiasi UMKM, IKM, koperasi pasar tani, perusahaan retail, dan pelaku usaha kecil lokal.
Tak hanya menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, pasar murah ini juga menjadi ajang kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Ratusan paket sembako gratis disalurkan kepada warga yang membutuhkan, berkat sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, perusahaan swasta, dan organisasi kemasyarakatan. PT BPR BKK Purwodadi, Bank Jateng, Bank Purwa Artha, HIPMI, Adinda Catering, IWAPI, GOW, dan Bhayangkari turut serta dalam inisiatif ini.

“Stand tersebut terdiri dari perangkat daerah, sejumlah instansi, BUMN atau BUMD, organisasi profesi atau kemasyarakatan, perusahaan-perusahaan retail, dan pelaku usaha IKM-UMKM,” tandas Bupati Setyo Hadi.
Lebih dari sekadar transaksi jual beli, Gebyar Pasar Murah 2025 menegaskan peran pemerintah sebagai fasilitator dalam menjaga stabilitas harga dan menggerakkan roda perekonomian daerah. Dengan sinergi yang terus terjalin, harapannya program seperti ini dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan. (jsa)
Page 63 of 340
Hari Ini 13585
Kemarin 19260
Minggu Ini 13585
Bulan Ini 574088
Seluruh 2798236
Currently are 580 guests and no members online