- Admin Setda
- Read Time: 1 min

Purwodadi— Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peran penting dalam memastikan pemerintahan berjalan dengan baik dan pelayanan kepada masyarakat terus berkembang. Karena itu, aparatur tidak hanya dituntut menjalankan tugas sesuai ketentuan, tetapi juga terbuka terhadap gagasan, bekerja secara profesional, dan menjaga integritas dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo saat memimpin apel pagi ASN di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda), Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Grobogan di halaman Setda Grobogan, Senin (7/9/2026).
Dalam arahannya, Sugeng menyampaikan bahwa kepemimpinannya bersama Bupati Grobogan Setyo Hadi telah berjalan selama 564 hari. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN atas berbagai capaian yang telah diraih selama masa tersebut sekaligus mengajak aparatur untuk terus memberikan kontribusi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Sugeng juga meminta ASN tidak sungkan menyampaikan gagasan yang dapat mendukung perbaikan sistem pemerintahan.
“Jangan sungkan menyampaikan kalau punya ide-ide, kreativitas, atau inovasi sistem pemerintahan yang bagus, sampaikan kepada kami,” ujarnya.
Menurutnya, gagasan dari aparatur penting karena aparatur merupakan bagian dari pelaksana pemerintahan yang sehari-hari berhadapan dengan berbagai persoalan dalam pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Sugeng kembali menegaskan komitmen penerapan sistem merit dalam manajemen ASN. Pengisian jabatan, menurutnya, akan memperhatikan kualifikasi dan kompetensi sebagai bagian dari upaya menempatkan aparatur sesuai kemampuan dan bidang yang dimiliki.

Ia juga mengaitkan pengelolaan pemerintahan dengan prinsip POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) atau perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Prinsip tersebut dapat diterapkan dalam pelaksanaan pemerintahan agar pekerjaan berjalan terarah dan dapat dievaluasi.
Selain penguatan kapasitas aparatur, Wabup Sugeng mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ia meminta gerakan cinta kebersihan melalui kegiatan gotong royong atau kerja bakti terus dilaksanakan secara konsisten, tidak berhenti di lingkungan kantor perangkat daerah, tetapi diterapkan hingga unit kerja terkecil dalam organisasi.
Gerakan tersebut juga diharapkan tidak berhenti di lingkungan kedinasan. Kepedulian terhadap kebersihan perlu dibawa hingga lingkungan personal, rumah, dan tempat tinggal masing-masing.
Hal ini sejalan dengan semangat Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang mendorong keterlibatan bersama dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan tertata. Wabup mengingatkan bahwa kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan bagian dari kebiasaan yang perlu dibangun oleh setiap individu.
Apel pagi tersebut juga diisi dengan pembacaan ikrar untuk memperkuat budaya integritas di lingkungan kerja. Para ASN menyatakan kesiapan untuk membangun budaya antikorupsi, menolak korupsi, suap, dan gratifikasi, serta menjunjung tinggi profesionalisme dan transparansi dalam pelayanan publik.
Penguatan integritas tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas aparatur, karena kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah juga dibangun melalui sikap dan perilaku ASN dalam memberikan pelayanan sehari-hari.
Melalui pelaksanaan tugas yang profesional, keberanian menyampaikan gagasan, kepedulian terhadap lingkungan, serta komitmen menjaga integritas, ASN diharapkan dapat terus memberikan kontribusi dalam memperbaiki penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat Grobogan. (jsa)



