AGENDA PIMPINAN DAERAH

Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

LIPUTAN KHUSUS

×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 83

BUPATI KAMPAR BELAJAR SISTEM RESI GUDANG DI GROBOGAN

WhatsApp Image 2021 04 09 at 11.07.56GROBOGAN - Bupati Kampar, Provinsi Riau, Catur Sugeng Susanto, beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Grobogan. Kunjungan kerja tersebut diterima langsung oleh Plh Bupati Grobogan, Dr. Ir. Mohamad Soemarsono, M.Si. di Ruang Wakil Bupati, Kamis (9/4/2021) kemarin.

Agenda kunjungan tersebut terkait keberhasilan Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam peningkatan pangan nasional. Selain itu, Grobogan juga menerima penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 terkait inovasi pengelolaan pasca panen komoditas pertanian melalui Sistem Resi Gudang (SRG).

Plh Bupati Grobogan, Dr. Ir. Mohamad Soemarsono, M.Si menjelaskan, komoditas hasil pertanian adalah padi jagung dan kedelai (pajale). Sementara hasil padi Kabupaten Grobogan pada tahun 2020 memperoleh peringkat ke 7 nasional dalam penyokong pangan nasional dan untuk komoditas jagung, Kabupaten Grobogan memperoleh peringkat pertama nasional.

Kabupaten Grobogan merupakan daerah lumbung pangan di Provinsi Jawa Tengah, dengan produksi padi rata-rata 700.000 ton/tahun, dan menjadi daerah produksi padi tertinggi di Jawa Tengah.

“Salah satu upaya pemerintah Kabupaten Grobogan untuk memaksimalkan sektor pertanian pada tahun 2017 adalah dengan memodifikasi implementasi Sistem Resi Gudang (SRG) yang disesuaikan dengan kondisi riil di Kabupaten Grobogan, yaitu implementasi tiga pilar dalam menjalankan SRG, yaitu Pilar Sosial, Bisnis, dan Edukasi,” ujar Plh Bupati Grobogan.

Sistem Resi Gudang (SRG) merupakan instrumen perdagangan maupun keuangan yang memungkinkan komoditas yang disimpan dalam gudang memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan dengan jaminan resi, sehingga dapat meningkatkan kredit atau pembiayaan kepada petani, poktan, gapoktan, koperasi dan pelaku UMKM.

SRG memberikan manfaat kepada petani yaitu petani sebagai penentu harga, karena petani dapat mengatur kapan menjual hasil panennya secara efektif, efisien dan diminati.

Plh Bupati Grobogan berharap dalam pertemuan ini kedua kabupaten dapat saling mendapat manfaat karena setiap daerah memiliki potensi yang berbeda-beda.

"Mudah mudahan dengan kunjungan ini, dapat menjadi kemanfaatan bagi Kabupaten Grobogan. Diskusi kita dapat memberikan unggulan masing–masing,” harapnya.

Sementara Bupati Kampar, Provinsi Riau, Catur Sugeng Susanto, menyampaikan bahwa kabupaten yang ia pimpin memiliki unggulan dalam sentra hasil perikanan ikanan patin. Meskipun, Kampar dulunya merupakan sentra pertanian, namun karena banyaknya alih fungsi lahan sehingga sentra pertanian menjadi berkurang.

"Kami berharap dari pertemuan ini, Kabupaten Kampar dapat belajar dari Kabupaten Grobogan yang menurutnya memiliki komoditas padi dan sentra kedelai yang mungkin bisa ditiru,” ujar Bupati yang lahir di Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung, Grobogan ini.

(Kontributor: Ans-lj/Ltf/An)

Temukan Kami Disini

Pengunjung

Hari Ini 2193

Kemarin 15647

Minggu Ini 17841

Bulan Ini 578344

Seluruh 2802492

Currently are 459 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions

Layanan Evakuasi dan Restorasi Arsip Akibat Bencana (LARI KESANA)

WBS Grobogan