Grobogan - Tidak seperti hari biasanya, Kamis (15/6/2023), siswa-siswi SDN 1 Karangwader Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan tampak masih berada di sekolah mereka sekira pukul 14.00 WIB. Meski cuaca cukup terik mereka tampak antusias. Dengan membawa bendera merah putih plastik di tangan mereka sabar menanti kedatangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hendak meninjau sekolah mereka. Di luar sekolah, masyarakat juga tampak ramai menanti kedatangan orang nomor 1 di Jawa Tengah ini.
Tinjauan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas adanya laporan kepada Gubernur, tertanggal 31 Maret 2023, dengan rincian aduan LGWP45371714, tertanda Orang tua siswa SDN 1 Karang Wader Kec. Penawangan Kab. Grobogan terkait kondisi sekolahan yang rusak berat. Aduan ini sudah mendapat respon dari Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan pada 3 April 2023 silam.
Dilansir dari laman https://laporgub.jatengprov.go.id/detail/LGWP45371714.html, Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan menyampaikan bahwa pertama, permintaan rehab melalui Dapodik yang belum sinkron dengan aplikasi Kresna, maka permintaan itu tidak akan bisa terealisasi, sekalipun sejak tahu 2019 jika tanpa direvisi oleh sekolah tersebut. Kedua, survei dinas yang semula akan dikondisikan di tahun 2023 untuk sekolah-sekolah rusak berat, termasuk SDN 1 Karangwader, terkendala karena keterbatasan keuangan daerah. Menurut keterangannya, baru 41 (empat puluh satu) sekolah yang mendapat rehab di tahun 2023 ini. Ketiga, Sekolah-sekolah yang rusak berat & belum terakomodir di tahun 2023 rencananya akan diprioritaskan di tahun 2024.
Mengacu pada laporan tersebut, didampingi Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M, Gubernur Ganjar Pranowo meninjau lokasi dan melihat langsung ke dalam kelas. Setidaknya ada lima ruang yang dilakukan pengecekan secara langsung oleh Gubernur.
"Kalau saya lihat kondisi ruangan yang ada sudah selayaknya gedung ini di robohkan. Harus dirobohkan, setuju," ujar Gubernur Ganjar Pranowo.
Meski dirobohkan, siswa-siswi dan juga warga yang berdesak-desakan di lokasi tinjauan justru memberikan tepuk tangan dan teriakan hore. Kondisi itu membuat Gubernur Ganjar kebingungan, pasalnya sekolah hendak dirobohkan, tetapi orangtua/wali dan murid justru berseru kegirangan. Padahal dalam benaknya masih belum diketahui mekanisme sekolah darurat sementara."Lha kok di seneng kan sekolahe diambrukno (Kenapa pada suka kan sekolah dirobohkan). Harusnya tanya dulu gimana anak-anak sekolah nanti kalau di robohkan. Harusnya ada sekolah darurat," kata Guberur Ganjar sembari menyapukan pandangan ke kanan-kiri.
"Saya titip ke guru, kades (Kepala Desa) dan ibu Bupati supaya memberitahu ke saya jika ada fasilitas yang memperihatinkan. Supaya segera diperbaiki," imbuhnya.
Menjawab kebingungan Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, Drs. Purnyomo, M.Pd menyampaikan bahwa beberapa pihak telah menyampaikan kesiapan menyediakan rumahnya sebagai sekolah darurat. Kemudian dirinya menyebutkan beberapa pihak untuk memberikan keterangan.
Setelah itu seorang bapak-bapak mengangkat tangan dan berbicara bahwa rumahnya siap digunakan sebagai ruang kelas sementara. Tak hanya itu, Ariyanto, seorang guru yang juga merupakan kepala sekolah SD Negeri 2 Lanjer menyatakan kesediaan memberikan fasilitas kelas darurat sementara
"Kita siap memberikan fasilitas kelas darurat sementara. Bersama rekan guru lai. Dari Guru PNS dan Guru Honorer siap membantu," sahut Ariyanto.
Aulia Rizkia Rahmawati, seorang guru yang masih berstatus honorer di SDN 1 Karangwader juga menyatakan kesediaanya menyediakan kelas darurat. Dirinya menyampaikan bahwa rumah neneknya yang sudah meninggal yang saat ini tidak berpenghuni siap digunakan menjadi kelas darurat, tanpa biaya sewa.
Mendapati jawaban kesediaan dari berbagai pihak menyediakan rumahnya sebagai kelas darurat, membuat Gubernur Ganjar Pranowo merasa bangga. Menurutnya, inilah semangat gotong royong yang merupakan inti dari sila-sila Pancasilayang harus senantiasa dijaga.
Sementara itu, Bupati Grobogan, Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M, mengaku dirinya juga terkejut melihat kondisi sekolah yang memperhatikan ini. Namun, dirinya tidak menepis jika dinas terkait melaporkan bahwa ada 140 lebih sekolah dalam kondisi rusak ringan dan sedang.
"Saya juga terkejut melihat kondisi sekolah ini (rusak). Tapi kita memang ada 148 sekolah rusak dan 40 lebih sekolah sudah diperbaiki sampai ini," sahut Bupati Grobogan Sri Sumarni mendampingi Gubernur Ganjar.
Lebih lanjut, Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M menjelaskan bahwa dirinya beberapa waktu lalu juga telah melakukan turba (turun ke bawah) ke 19 Kooordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) dan meminta agar Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan mengiventarisisasi kondisi-kondisi asetnya.
Tambahnya, pada APBD Perubahan 2023 Pemerintah Kabupaten Grobogan akan menganggarkan dana perbaikan sekolah. Hal ini bertujuan agar para siswa segera bisa menikmati sekolah dengan nyaman dan ruang yang bersih dan aman.
"Kita akan anggarkan sekitar Rp1,5 Miliar. Supaya segera diperbaiki (di APBD Perubahan)," ujar Bupati Grobogan.
Setelah meninjau SDN 1 Karangwader, Gubernur Ganjar Pranowo bersama Bupati Grobogan bertolak meninjau ruas Jalan Karangwader yang berlokasi tidak jauh dari sekolah tersebut, dan selanjutnya juga meninjau ruas jalan Gadoh-Gunungtumpeng Kecamatan Karangrayung.
(Protkompim— JSA)