
Purwodadi— Masa depan anak-anak kerap ditentukan oleh kesempatan yang mereka miliki hari ini. Dengan semangat itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan mengajak jajaran pegawai untuk bersama-sama mendukung pendirian Sekolah Rakyat, sebuah program prioritas yang menyentuh pendidikan dan kesejahteraan keluarga kurang mampu.
Pesan itu disampaikan Staf Ahli Bupati Grobogan Bidang Sosial, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia (SDM), Amin Hidayat, saat memimpin apel pagi pegawai di lingkungan Setda, Bappeda, BPPKAD, dan Satpol PP Kabupaten Grobogan, Senin (21/9/2025), di halaman Setda.
Dalam amanatnya, Amin menyebut anak-anak Grobogan memiliki potensi besar yang perlu diberi ruang agar berkembang. Karena itu, pendirian Sekolah Rakyat dipandang penting untuk menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan mandiri.
“Semoga keinginan baik dari pemkab ini didukung, termasuk menyosialisasikan bahkan mencari siswa untuk Sekolah Rakyat. Kalau ada informasi negatif terkait Sekolah Rakyat di luar, kita jangan ikutan nyinyir. Setiap program, apalagi masih baru, tentu masih belum sempurna,” ungkapnya.
Jumat lalu, Pemkab Grobogan telah melaksanakan audiensi ke Kementerian Sosial RI yang diterima langsung Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), didampingi Wakil Menteri, Sekretaris Jenderal, serta staf khusus. Upaya ini menunjukkan keseriusan Pemkab Grobogan mendukung program prioritas pemerintah. Dalam pertemuan tersebut, Pemkab membawa tiga misi penting, yakni Sekolah Rintisan, Sekolah Rakyat, dan Perlindungan Sosial.

Sekolah Rakyat sendiri merupakan investasi jangka panjang. Program ini tidak hanya menyediakan pendidikan gratis bagi anak dari keluarga desil 1 dan 2, tetapi juga mencakup pemeriksaan kesehatan, pemenuhan gizi, pembangunan rumah, keanggotaan koperasi bagi orang tua, hingga jaminan sosial bagi seluruh anggota keluarga.
Pendirian Sekolah Rakyat adalah program pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memberi akses pendidikan gratis, berkualitas, dan inklusif bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Nantinya, sekolah ini akan berbentuk sekolah berasrama dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup anak-anak melalui pendidikan, keterampilan, dan pemenuhan kebutuhan dasar.
Melalui dukungan penuh jajaran pegawai dan masyarakat, diharapkan langkah ini mampu menjadi pintu bagi anak-anak Grobogan untuk meraih masa depan yang lebih baik, sekaligus memperkuat fondasi kesejahteraan keluarga di masa depan. (jsa)