Grobogan - Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, S.H, M.M mengajak para mahasiswa agar dalam menyampaikan aspirasi dilakukan secara santun, damai, dan terkoordinasi dengan baik. Menurutnya, penyampaian pendapat melalui seminar, FGD (Focus Group Discussion), atau audiensi justru hasilnya akan lebih efektif dan efisien dibandingkan harus berunjuk rasa di jalanan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Grobogan saat memberikan sambutan dihadapan peserta Muspimda Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda) Pengurus Koordinator (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Tengah yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Grobogan, Jumat (16/9/2022).
“Pemerintah Daerah, Polres, dan Forkopimda, bukan anti kritik, atau juga menghalang-halangi kebebasan serta keterbukaan untuk menyampaikan pendapat secara terbuka, bagi siapa saja, namun jika bisa dilakukan dengan cara yang lebih tertib, damai dan santun, untuk apa harus turun ke jalan”, ujar Sri Sumarni.
Pada kesempatan itu, Sri Sumarni menjelaskan dewasa ini kondisi global sedang tidak baik-baik saja. Banyak Negara yang perekonomiannya terpuruk imbas dari pandemi COVID-19. Namun, menurutnya Indonesia termasuk salah satu Negara yang dinilai berhasil menangani pandemi dan termasuk Negara yang mampu menjaga stabillitas ekonomi dan stabilitas nasionalnya.
Menyinggung persoalan penyesuaian harga BBM yang terjadi baru-baru ini, Sri Sumarni menyampaikan pemerintah telah mengambil beberapa strategi untuk menjaga agar inflasi tetap stabil. Bahkan, menurutnya, APBN dan APBD juga diprioritaskan untuk membantu masyarakat yang terdampak langsung penyesuaian harga BBM ini.
“Kami berharap, semua pihak dapat memahami dan memaklumi. Pemerintah dengan segala konsekuensinya tentunya harus mengambil keputusan, bukan untuk kepentingan kelompok atau golongan tertentu, tetapi semata untuk kepentingan Negara, dengan segala kelebihan dan kekuranganya”, ungkapnya.
Sementara itu Kapolda Jawa Tengah Irjen. Pol. Ahmad Luthfi yang juga turut hadir selaku salah satu pembicara pada gelaran tersebut mengajak mahasiswa untuk turut serta melakukan hal yang berdampak langsung kepada masyarakat.
”Tidak hanya menyampaikan pendapat di muka umum, tapi adik-adik mahasiswa diajak untuk melakukan hal yang nantinya berdampak bagi masyarakat kita,” ujar Kapolda.
Bersama dengan Bupati Grobogan, Kapolda Jawa Tengah ini juga menyempatkan diri memberikan bansos berupa sembako. Puluhan paket sembako berisi beras 5 kg dibagikan kepada para tukang becak, juru parkir, driver ojek online, dan sejumlah kelompok masyarakat terdampak penyesuaian harga BBM.
(Kontributor: Protkompim—JSA)